KAMPANYE MEDIA SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN KETERGANTUNGAN OBAT TERLARANG BADAN NARKOTIKA NASIONAL

Pratama, Ilham Daffa (2025) KAMPANYE MEDIA SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN KETERGANTUNGAN OBAT TERLARANG BADAN NARKOTIKA NASIONAL. Bachelor thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (446kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (513kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (390kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (931kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (251kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan mengenai upaya yang
dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam pelaksanaan kampanye
media sosial sebagai bagian dari penanggulangan ketergantungan obat terlarang.
Penelitian ini juga mengeksplorasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang
dihadapi oleh BNN dalam usaha tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah pendekatan kualitatif, di mana informan ditentukan melalui teknik
Purposive Sampling. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan cara
deskriptif, dengan menggunakan teori Tindakan sosial weber melalui tahapan
reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kampanye media sosial berfungsi sebagai salah satu upaya
untuk menanggulangi ketergantungan obat terlarang melalui pendekatan preventif
dan represif. Upaya preventif mencakup: (1) penyuluhan, (2) kampanye antinarkoba melalui media cetak, media penyiaran, dan interaksi langsung, (3)
pelatihan kelompok sebaya, serta (4) pendekatan berbasis agama. Sementara itu,
upaya represif terdiri dari: (1) pencarian informasi, (2) razia dan penggeledahan,
serta (3) rehabilitasi. Faktor pendukung dalam kampanye sosial ini meliputi
kerjasama yang terjalin dengan pihak Polri dan selebriti/influencer. Namun, BNN
juga menghadapi beberapa kendala, seperti (1) jumlah personil yang masih terbatas,
(2) peran aktif relawan dan penggiat yang belum optimal, dan (3) koordinasi serta
monitoring dari instansi terkait yang masih kurang baik, baik dalam aspek fisik
maupun keuangan.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 30 Jun 2025 07:37
Last Modified: 30 Jun 2025 07:37
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/13149

Actions (login required)

View Item View Item