TINJAUAN YURIDIS AKIBAT HUKUM PERKAWINAN CAMPURAN TANPA PERJANJIAN PERKAWINAN TERHADAP KEPEMILIKAN APARTEMEN (STUDI KASUS : PUTUSAN MA NOMOR 53 PK/PDT/2021)

Lestari, Indah Dani (2025) TINJAUAN YURIDIS AKIBAT HUKUM PERKAWINAN CAMPURAN TANPA PERJANJIAN PERKAWINAN TERHADAP KEPEMILIKAN APARTEMEN (STUDI KASUS : PUTUSAN MA NOMOR 53 PK/PDT/2021). Bachelor thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (678kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (721kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (727kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (727kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (352kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (340kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (254kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (23MB)

Abstract

Perkawinan campuran antara Warga Negara Indonesia dan Warga Negara
Asing memiliki akibat hukum terhadap kepemilikan tanah khususnya hak milik
atas tanah dan apartemen. WNI yang menikah dengan WNA dan kemudian
tidak membuat perjanjian perkawinan (prenuptial agreement) kepemilikan
properti yang dibeli selama perkawinan dapat dikategorikan sebagai harta
bersama, sehingga berpotensi kehilangan status kepemilikannya. Berdasarkan
Pasal 35 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan,
setiap harta yang diperoleh selama perkawinan dianggap sebagai harta bersama,
kecuali ada perjanjian yang menyatakan sebaliknya. Hal ini sesuai dengan
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok
Agraria, Pasal 21 Ayat (1) dan (3) melarang WNA memiliki Hak Milik atas
tanah dan properti di Indonesia. Kasus ini terjadi dalam gugatan wanprestasi
antara Ike Farida selaku pembeli Apartemen Casa Grande di Jakarta dengan PT.
Elte Prima Hutama selaku pengembang bagaimana akibat hukum perkawinan
campuran tanpa surat perjanjian perkawinan terhadap status kepemilikan
apartemen dan bagaimana pertimbangan Hakim pada tingkat Peninjauan
Kembali (PK) terhadap perjanjian perkawinan. Tujuan penelitian untuk
mengetahui akibat hukum dari perkawinan campuran tanpa surat perjanjian
perkawinan terhadap status kepemilikan apartemen Warga Negara Indonesia.
Metode Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif. penelitian
yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau studi dokumen. WNI
yang ingin membeli apartemen dan masih terikat perkawinan campuran harus
membuat perjanjian perkawinan untuk memastikan bahwa kepemilikan
apartemen tetap berada dalam kendali WNI dan tidak melanggar hukum
pertanahan di Indonesia.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 17 Jun 2025 07:54
Last Modified: 17 Jun 2025 07:54
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/12979

Actions (login required)

View Item View Item