ANALISIS YURIDIS PERBEDAAN PENDAPAT HAKIM DI TINGKAT PENGADILAN TINGGI YANG MENYATAKAN TINDAK PIDANA PENIPUAN SEBAGAI WANPRESTASI (Studi Kasus : Putusan PN Nomor 70/Pid.B/2021/PN.Jkt Utr, Putusan PT Nomor 162/Pid/2021/PT.DKI, Putusan MA Nomor 387 K/Pid/2022)

Hia, Buala Tema (2025) ANALISIS YURIDIS PERBEDAAN PENDAPAT HAKIM DI TINGKAT PENGADILAN TINGGI YANG MENYATAKAN TINDAK PIDANA PENIPUAN SEBAGAI WANPRESTASI (Studi Kasus : Putusan PN Nomor 70/Pid.B/2021/PN.Jkt Utr, Putusan PT Nomor 162/Pid/2021/PT.DKI, Putusan MA Nomor 387 K/Pid/2022). Bachelor thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (817kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (327kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (303kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (301kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (245kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (120kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (3MB)

Abstract

Latar belakang penulisan skripsi ini adalah dalam kalangan
umum banyak yang tidak dapat membedakan atau mencampuradukkan suatu
peristiwa hukum atau hubungan hukum, mana yang termasuk wanprestasi atau
penipuan. Kekacauan itu bukan hanya terjadi pada masyarakat umum tetapi juga
terjadi dalam hukum sebab didalam putusan Mahkamah Agung sendiri pendirian
hakim masih terbelah, ada yang menyatakan tidak dipenuhinya prestasi ada juga
yang menyatakan penipuan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
Apakah yang melatarbelakangi Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang
berpendapat peristiwa jual beli tanah yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan
oleh penjual merupakan perbuatan wanprestasi sedangkan Pengadilan Negeri dan
Mahkamah Agung menyatakan penipuan? Dari ketiga putusan tersebut di atas
pertimbangan atau pendapat hakim mana yang mendekati kebenaran menurut
hukum, apakah wanprestasi atau penipuan? Dalam penelitian ini menggunakan
metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan
pendekatan kasus serta menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil dari
penelitian ini adalah Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara menyatakan
terdakwa Dani bin Saadih telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah
melakukan tindak pidana penipuan dan menjatuhkan pidana penjara selama 2
(dua) tahun. Tetapi pada Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta membatalkan
Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan menyatakan perbuatan terdakwa
bukan tindak pidana. Begitupula dengan Putusan Mahkamah Agung membatalkan
putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan menjatuhkan pidana penjara selama 2
(dua) tahun kepada terdakwa. Hasilnya menunjukkan bahwa Majelis Hakim
tingkat banding keliru dalam menilai fakta hukum, karena terdakwa Dani Bin
Saadih bertindak dengan itikad buruk dalam perjanjian dengan korban A Wie,
yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp 1.665.800.000. Oleh karena itu, putusan
majelis hakim tingkat pertama dan kasasi dianggap sudah sesuai dengan Pasal 378
KUHP serta mencerminkan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 17 Jun 2025 07:11
Last Modified: 17 Jun 2025 07:11
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/12973

Actions (login required)

View Item View Item