HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DEMENSIA PADA LANSIA DI POSBINDU LILI KELURAHAN KARET SEMANGGI KECAMATAN SETIABUDI JAKARTA SELATAN

Ulhaq, Dhiya Nabilah (2025) HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DEMENSIA PADA LANSIA DI POSBINDU LILI KELURAHAN KARET SEMANGGI KECAMATAN SETIABUDI JAKARTA SELATAN. Bachelor thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (681kB)
[thumbnail of Bab I.pdf] Text
Bab I.pdf

Download (292kB)
[thumbnail of Bab II.pdf] Text
Bab II.pdf

Download (526kB)
[thumbnail of Bab III.pdf] Text
Bab III.pdf

Download (352kB)
[thumbnail of Bab IV.pdf] Text
Bab IV.pdf

Download (358kB)
[thumbnail of Bab V.pdf] Text
Bab V.pdf

Download (214kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (4MB)

Abstract

Latar Belakang: Penuaan menyebabkan perubahan fisik dan kognitif, termasuk
risiko demensia. Faktor utama yang memengaruhi demensia adalah usia,
rendahnya aktivitas fisik dan tingkat pendidikan. Aktivitas fisik membantu
menjaga fungsi otak, sedangkan pendidikan yang lebih tinggi dapat
memperlambat penurunan daya ingat. Sebelumnya, dinyatakan bahwa beberapa
lansia mengalami gejala demensia, terutama mereka yang kurang aktif dan
berpendidikan rendah.
Tujuan: Untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan aktivitas fisik
dengan demensia pada lansia di Posbindu Lili, Jakarta Selatan.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
analitik korelasi dan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah
seluruh lansia di Posbindu Lili, Jakarta Selatan dengan teknik total sampling. Data
diolah dengan analisis Chi-square untuk mengetahui hubungan antara tingkat
pendidikan dan aktivitas fisik terhadap demensia.
Hasil Penelitian: Hasil uji univariat terhadap responden lansia yang memiliki
demensia menyatakan bahwa mayoritas responden berada dalam kategori sedang,
yaitu sebanyak 39 orang (62,9%). Ditemukan hubungan signifikan antara tingkat
pendidikan lebih rendah dengan kejadian demensia. Selain itu, diketahui bahwa
lansia dengan aktivitas rendah lebih berisiko mengalami gangguan kognitif berat.
Simpulan: Diperoleh hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dan
kejadian demensia (P Value=0,002), serta antara aktivitas fisik dan demensia
(P Value=0,000).
Saran: Diharapkan pentingnya dalam memberikan informasi mengenai tingkat
pendidikan dan aktivitas fiisik dengan kejadian demensia pada lansia.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Keperawatan
Depositing User: - Abdurrahman -
Date Deposited: 12 Jun 2025 06:51
Last Modified: 13 Jun 2025 03:28
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/12888

Actions (login required)

View Item View Item