KEBIJAKAN PENAL (PENAL POLICY) SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENYALAHGUNAAN DATA PRIBADI DALAM PENDANAAN BERBASIS FINANCIAL TECHNOLOGY

Agustian, Rizal (2024) KEBIJAKAN PENAL (PENAL POLICY) SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENYALAHGUNAAN DATA PRIBADI DALAM PENDANAAN BERBASIS FINANCIAL TECHNOLOGY. Bachelor thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (388kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (509kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (610kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (409kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (373kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (217kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (446kB)

Abstract

etiap warga negara memiliki hak konstitusional, Hak konstitusional yang
diatur dalam UUDRI 1945 mencakup 40 ( empat puluh) hak warga negara.
Salah satunya adalah hak atas perlindungan diri pribadi. Memberikan
perlindungan terhadap hak atas privasi, berarti memberikan perlindungan pula
terhadap hak atas kebebasan berbicara. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022
tentang Perlindungan Data Pribadi adalah upaya untuk melindungi data pribadi
dalam rangkaian pemrosesan data pribadi, guna menjamin hak konstitusional
subjek data pribadi. financial technologi (fintech) merupakan salah satu metode
layanan jasa keuangan yang mulai populer di era digital sekarang ini. Dan
pembayaran digital menjadi salah satu sektor dalam industri fintech yang
paling berkembang di Indonesia. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022
mengenai Pengendalian Data Pribadi ialah setiap orang, badan publik, dan
organisasi internasional yang bertindak, sendiri- sendiri atau bersama-sama
dalam menentukan tujuan dan melakukan kendali pemrosesan Data Pribadi.
Pemidanaan adalah suatu hal yang tak terlepas dari suatu perbuatan akibat
terjadinya pelanggaran terhadap norma aturan yang berkenaan dengan
perlindungan data pribadi. Dengan adanya Undang- Undang tentang
Pelindungan Data Pribadi yang di sertai dengan kebijakan penal berupa
kriminalisasi terhadap perbuatan pelanggaran perlindungan data pribadi,
diharapkan data pribadi masyarakat akan dilindungi. Orang-orang yang sering
menggunakan data pribadi untuk keuntungan pribadi dapat dihukum dengan
sanksi administratif dan pidana.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: J Political Science > JQ Political institutions Asia
Z Bibliography. Library Science. Information Resources > ZA Information resources > ZA4050 Electronic information resources
Divisions: Skripsi > Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 26 Sep 2024 07:15
Last Modified: 26 Sep 2024 07:15
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/12136

Actions (login required)

View Item View Item