FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FLOUR ALBUS PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 2 JAKARTA PUSAT

Mujellalah, Mujellalah (2024) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FLOUR ALBUS PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 2 JAKARTA PUSAT. Masters thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab I.pdf] Text
Bab I.pdf

Download (603kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (813kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (954kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (651kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (489kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Keputihan (fluor albus) adalah masalah kesehatan reproduksi yang
umum terjadi pada remaja putri, sering disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan
perilaku kebersihan yang tidak tepat. Di Indonesia, prevalensi keputihan tinggi, dengan
dampak negatif terhadap kesehatan dan kualitas hidup.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian fluor albus pada remaja putri di SMP Negeri 2 Jakarta
Pusat, serta mengetahui distribusi frekuensi kejadian dan hubungannya dengan
pengetahuan, perilaku personal hygiene, penggunaan pantyliner, antiseptik, dan
aktivitas fisik.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan
cross-sectional. Sampel terdiri dari 144 siswi kelas 9 di SMP Negeri 2 Jakarta Pusat.
Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat
menggunakan uji Chi-Square.
Hasil Penelitian: Dari 144 responden bahwa 116 orang (80,6%) memiliki
pengetahuan yang baik,115 orang (79,9%) memiliki perilaku personal hygiene yang
baik,108 orang (75%) dengan pemakaiaan panty liner yang baik,dan 116 orang (80,6)
yang meaukan aktivitas fisik yang baik .Hal ini menunjukkan terdapat hubungan
signifikan antara penetahuan,prilaku personal hygiene,pemakaian pantyliner dan
aktifitas fisik dengan kejadian flour albus yang didapatkan hasil p<0,05.
Kesimpulan: Dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
pengetahuan flour albus, perilaku personal hygiene ,pemakaiaan panty liner dan
aktivita fisik terhadap kejadian flour albus.
Saran: Diperlukan program pendidikan kesehatan reproduksi yang lebih intensif di
sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik kebersihan di kalangan remaja
putri dan untuk remaja putri agar menjaga dan sering membersihkah daerah
kewanitaannya agar terhindar dari keputihan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Kebidanan
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 24 Sep 2024 06:50
Last Modified: 24 Sep 2024 06:50
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/12045

Actions (login required)

View Item View Item