FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI ANAK USIA BAWAH DUA TAHUN (BADUTA) DI PUSKESMAS JATINEGARA

RESQIANA, DENI (2024) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI ANAK USIA BAWAH DUA TAHUN (BADUTA) DI PUSKESMAS JATINEGARA. Bachelor thesis, UNIVERSITAS NASIONAL.

[thumbnail of COVER .pdf] Text
COVER .pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (424kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (506kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (554kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (546kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (404kB)
[thumbnail of LAMPIRAN .pdf] Text
LAMPIRAN .pdf

Download (6MB)

Abstract

Masa seribu hari pertama kehidupan merupakan periode kritis
bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama otak. Kekurangan gizi pada
periode ini dapat menyebabkan dampak jangka panjang yang tidak dapat
dipulihkan, seperti gangguan perkembangan otak dan peningkatan risiko penyakit
degeneratif.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi status gizi anak usia bawah dua tahun (Baduta) di Puskesmas
Jatinegara.
Metode penelitian: metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan
populasi sebanyak 59 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner
dan wawancara langsung, analisis menggunakan chi-square dengan memakai
teknik Simple Random Sampling.
Hasil penelitian: menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki status gizi
baik (67,8%), sedangkan 28,8% berstatus gizi kurang, dan 3,4% berstatus gizi
buruk. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jarak
pelayanan kesehatan dengan status gizi Baduta (p-value < 0,05), jumlah anggota
keluarga juga memiliki pengaruh signifikan, dengan keluarga berjumlah 5-6 orang
lebih banyak memiliki anak dengan status gizi baik (p-value < 0,05). Status ASI
eksklusif menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi, di mana anak
yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung memiliki status gizi yang lebih baik
(p-value < 0,05).
Kesimpulan: intervensi gizi pada anak usia bawah dua tahun perlu memperhatikan
aksesibilitas pelayanan kesehatan, edukasi tentang pentingnya ASI eksklusif, serta
pencegahan penyakit infeksi. Dukungan keluarga dan pemantauan status gizi secara
berkala sangat penting untuk meningkatkan status gizi anak di Puskesmas
Jatinegara. Saran: diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam
penyusunan program peningkatan status gizi anak

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Kebidanan
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 18 Sep 2024 02:54
Last Modified: 18 Sep 2024 02:54
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/11905

Actions (login required)

View Item View Item