PERBANDINGAN PERMEN JAHE DAN MINUMAN JAHE MADU TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM IBU HAMIL TRIMESTER I DI DEPOK JAWA BARAT

sani, Siti (2024) PERBANDINGAN PERMEN JAHE DAN MINUMAN JAHE MADU TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM IBU HAMIL TRIMESTER I DI DEPOK JAWA BARAT. Bachelor thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (748kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (265kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (477kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (199kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (339kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (159kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (3MB)

Abstract

Kehamilan dengan emesis gravidarum yang jika tidak ditangani
dengan baik akan menyebabkan terjadinya hyperemesis gravidarum dan akan
berkembang hingga menurunkan kesehatan umum sehingga akan terjadi
komplikasi seperti abortus dan pertumbuhan janin terhambat. Salah satu
penanganan awal pada emesis gravidarum adalah dengan pemberian terapi herbal
komplementer dengan jahe.
Tujuan : Mengetahui perbandingan permen jahe dan minuman jahe madu terhadap
emesis gravidarum ibu hamil trimester I di wilayah Depok Jawa Barat.
Metodologi : Desain penelitian quasi eksperimen dengan pretest posttest with two
control group design. Sampel berjumlah 30 responden ibu hamil trimester I dengan
emesis gravidarum, dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang
digunakan adalah Pregnancy-Unique Quantification Of Emesis/Nausea (PUQE)
Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test dan Independent T-Test.
Hasil : Terdapat perbedaan rata-rata tingkat emesis gravidarum sebelum dan
sesudah intervensi pada dua kelompok yang berbeda dengan nilai p-value kelompok
permen jahe sebesar 0,002 < 0,05 dan nilai p-value kelompok minuman jahe madu
sebesar 0,001 < 0,05. Terdapat perbedaan tingkat emesis gravidarum pada
kelompok permen jahe sebesar 1,60 setelah diberikan permen jahe 2 kali sehari
selama 7 hari dan kelompok minuman jahe madu sebesar 4,40 setelah diberikan
minuman jahe madu 200 ml 2 kali sehari selama 7 hari.
Kesimpulan : Penurunan skor emesis gravidarum dan pemberian minuman jahe
madu lebih efektif dibandingkan dengan permen jahe.
Saran : Bidan dapat memberikan asuhan komplementer pada ibu hamil dengan
emesis gravidarum berupa minuman jahe madu dengan porsi sebanyak 200 ml
setiap harinya selama 7 hari

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Kebidanan
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 12 Sep 2024 07:56
Last Modified: 12 Sep 2024 07:56
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/11841

Actions (login required)

View Item View Item