TINJAUAN YURIDIS TENTANG KEDUDUKAN WARIS ANAK DARI PERKAWINAN ADAT BATAK DENGAN ADAT MINANGKABAU

Saragih, Stevy Zahrein Susmita (2024) TINJAUAN YURIDIS TENTANG KEDUDUKAN WARIS ANAK DARI PERKAWINAN ADAT BATAK DENGAN ADAT MINANGKABAU. Bachelor thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (575kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (435kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (473kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (455kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (417kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Sistem kewarisan adat Batak bersifat patrilineal, di mana anak laki-laki
memiliki hak waris, sementara sistem adat Minangkabau menganut prinsip
matrilineal, di mana harta waris diturunkan dari ibu ke anak perempuannya.
Dua sistem ini mencerminkan nilai-nilai budaya yang berbeda dan
memberikan wawasan tentang bagaimana budaya membentuk struktur
sosial di masyarakat mereka. Pembagian warisan antara kedua suku ini juga
mempertimbangkan hukum agama sebagai panduan alternatif,
menggarisbawahi pentingnya keadilan dalam pembagian harta waris.
Penentuan hak waris anak dari perkawinan antara perempuan Batak dan
laki-laki Minangkabau mempertimbangkan faktor-faktor budaya, agama,
serta prinsip keadilan hukum. Meskipun KUHPerdata mengatur secara
umum tentang pembagian warisan, dalam praktiknya, penggunaan hukum
agama sering menjadi pilihan untuk mencapai keadilan yang diinginkan.
Oleh karena itu, penting bagi pihak terlibat untuk mencapai kesepakatan
bersama dalam menentukan hak waris, mengingat perbedaan budaya dan
praktek hukum adat yang mungkin memunculkan ketidakpastian hukum.
Pasal 859 KUHPerdata menekankan pentingnya musyawarah dan
kesepakatan dalam pembagian warisan, sementara teori tanggung jawab
hukum menyoroti peran orang tua dalam memastikan hak waris anak-anak
mereka diakui dan dilindungi. Dengan demikian, penelitian ini
menggambarkan kompleksitas dalam penentuan kedudukan waris anak dari
perkawinan antara adat Batak dan adat Minangkabau, serta pentingnya
penyesuaian hukum dengan nilai-nilai budaya dan agama dalam mencapai
keadilan hukum yang diinginkan.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Q Science > Q Science (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 02 May 2024 02:52
Last Modified: 02 May 2024 02:52
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/10905

Actions (login required)

View Item View Item