Irmayanti, Irmayanti (2024) ISU KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP CALON LEGISLATIF PEREMPUAN PADA PEMILU LEGISLATIF 2019 (Studi kasus : Partai PDI Perjuangan dan Partai Nasional Demokrasi). Bachelor thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (871kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (639kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (284kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (806kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Download (359kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Undang-Undang Dasar 1945 telah menjamin hak setiap warga negara untuk
berpartisipasi dalam pemilu tanpa diskriminasi gender. Meskipun kebijakan
affirmative action telah diterapkan, realitas menunjukkan pemilu legislatif 2019
menghadapi dinamika kompleks terkait isu ketidakadilan yang menargetkan calon
legislatif perempuan. Dalam penelitian ini, dilakukan pengkajian respon Partai
PDIP dan Partai NasDem sebagai stakeholder pemilu dalam mengatasi
ketidakadilan gender terhadap caleg perempuan. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan ketidakadilan gender.
Penelitian ini terkait erat dengan teori fungsi partai politik Miriam Budiardjo yang
memiliki signifikasi dengan pengembangan konsep demokrasi dan teori feminisme
poskolonial dari Gayatri Spivak. Hasil yang diperoleh menyoroti dominasi kultur
patriarki, relasi kekerasan dalam internal partai dan ruang digital, rendahnya tingkat
literasi serta teknis pemilu serentak sebagai isu ketidakadilan yang dihadapi caleg
perempuan pada pemilu legislatif 2019. Peran PDIP dan NasDem dalam
menjalankan fungsi partai yang dimilikinya terlihat belum cukup responsif terhadap
isu-isu gender dan ketidakadilan yang terjadi. Meskipun, keduanya berasakan pada
nilai – nilai pancasila, namun implementasi nilai-nilai tersebut dalam praktiknya
masih jauh dari gagasan keadilan dan kesetaraan. Implikasinya, melanggengkan
perempuan kelas bawah sebagai subaltern yang tidak diberikan kebebasan untuk
mengekspresikan dirinya secara bebas. Maka dari itu, penting untuk terus
mengaktualisasi institusional partai agar berperilaku pro-gender utamanya yang
berkaitan dengan aturan internal yang mendukung perempuan dan proses kaderisasi
yang rigid dan transparan guna menjamin proses - proses demokrasi yang inklusif.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman L Education > LG Individual institutions (Asia. Africa) |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | - Abdurrahman - |
| Date Deposited: | 19 Mar 2024 02:52 |
| Last Modified: | 19 Mar 2024 02:52 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/10077 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
