KONSERVASI BEKANTAN BERBASIS MASYARAKAT DI PULAU BUNYU

Ernawati Sinaga, - and Tatang Mitra Setia, - and Nonon Saribanon, - and Kristana P. Makur, - and Gusti Wicaksono, - and Tunjung Wigatiningrum, - and Meilisa Cristin Koritelu, - (2015) KONSERVASI BEKANTAN BERBASIS MASYARAKAT DI PULAU BUNYU. Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional, Universitas Nasional. ISBN 978-602-99475-6-4

[img]
Preview
Text
Buku Bekantan Bunyu.pdf

Download (49MB) | Preview

Abstract

Bekantan merupakan satwa yang dilindungi dan habitatnya berada di hutan mangrove. Oleh sebab itu, konservasi mangrove dan bekantan berkaitan dengan upaya perlindungan satwa liar dan habitatnya sekaligus. Upaya perlindungan dan konservasi satwa liar di Indonesia sudah dilakukan sejak jaman penjajahan Belanda. Sebagai contoh, pada tahun 1931 Pemerintahan Hindia Belanda menerbitkan Peraturan Perlindungan Binatang Liar 1931 (Lembar Negara 1931 No. 226 jis 1932 No. 28 dan 1935 No. 513). Diantara primata yang dilindungi adalah bekantan (Nasalis larvatus), semua jenis gibbon (Hylobates spp) dan Orang utan (Pongo pygmaeus). Secara nasional bekantan dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 sebagai turunan dari Undang Undang nomor 5 tahun1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Kemudian secara Internasional, bekantan termasuk dalam Appendix I CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) yang berarti sebagai jenis satwa yang sama sekali tidak boleh diperdagangkan. Selain itu sejak tahun 2000 jenis satwa liar ini dimasukkan dalam kategori endangered species dalam Red Book IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources).

Item Type: Book
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Buku > Biologi
Depositing User: BPSI Unas
Date Deposited: 06 Sep 2017 06:56
Last Modified: 06 Sep 2017 06:56
URI: http://repository.unas.ac.id/id/eprint/191

Actions (login required)

View Item View Item