Pengaruh Padat Penebaran Terhadap Pertumbuhan Tukik Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) Di Penangkaran Pulau Sepa, Kepulauan Seribu, Jakarta

Ottay, Juliarta Bramansa (2005) Pengaruh Padat Penebaran Terhadap Pertumbuhan Tukik Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) Di Penangkaran Pulau Sepa, Kepulauan Seribu, Jakarta. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[img] Text
2020-08-06-10-49-44-01.pdf

Download (15MB)

Abstract

Faktor yang perlu diperhatikan dalam penangkaran adalah perawatan yang akan menunjang pertumbuhan dari penyu. Padat penebaran merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan penyu dikarenakan semakin besar padat penebaran maka semakin tinggi tingkat kompetisi sehingga semakin rendah pula peluang hidupnnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepadatan populasi yang optimal guna mendapatkan produktifitas maksimal dalam pembesaran tukik. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan untuk pemeliharaan dan pembesaran tukik dalam penangkaran. Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan pertumbuhan (bobot, panjang dan lebar) tukik penyu sisik dalam padat penebaran yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan 60 ekor penyu sisik berusia 14 minggu, menggunakan rancangan percobaan berupa Rancangan Petak Terbagi dengan perlakuan kepadatan dan waktu. Perlakuan kepadatan yang dilakukan yaitu 2 ekor/bak, 3 ekor/bak, 4 ekor/bak, 5 ekor/bak, 6 ekor /bak, dengan ulangan sebanyak 3 kali, sementara perlakuan waktu sebanyak 8 minggu. Hasil yang didapat dari data panjang, lebar bobot serta laju pertumbuhan penyu selama penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil padat penebaran maka pertumbuhan akan semakin baik dan pertumbuhan berjalan seiring dengan waktu. Nilai sinatasan 100 % berada pada padat penebaran 2 ekor/bak dan 3 ekor/bak, nilai konversi pakan menunjukkan nilai yang variatif antar padat penebaran. Parameter fisika-kimia air menunjukkan nilai suhu, pH yang optimal bagi penyu dan salinitas yang sedikit diatas kisaran normal. Analisis dari data menunjukkan hubungan yang tidak beda nyata antara padat penebaran terkecil 2 ekor/bak dan 3 ekor/bak sehingga disimpulkan nilai optimal padat penebaran adalah 2 ekor/bak namun padat penebaran 3 ekor/bak masih dapat digunakan untuk penangkaran penyu.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Q Science > QL Zoology
Divisions: Skripsi > Fakultas Biologi > Program Studi Biologi
Depositing User: Miss Yulia Zahra Yamini
Date Deposited: 17 Oct 2020 01:35
Last Modified: 17 Oct 2020 01:35
URI: http://repository.unas.ac.id/id/eprint/1853

Actions (login required)

View Item View Item