ANALISIS YURIDIS PEMIDANAAN BAGI PELAKU KEKERASAN TERHADAP ANAK (Studi Kasus : Putusan Pengadilan No. 207 / Pid.Sus / 2021 / PN.Kpg)

Sani, Mutiara (2024) ANALISIS YURIDIS PEMIDANAAN BAGI PELAKU KEKERASAN TERHADAP ANAK (Studi Kasus : Putusan Pengadilan No. 207 / Pid.Sus / 2021 / PN.Kpg). Bachelor thesis, Universitas Nasional.

[img] Text
COVER.pdf

Download (781kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (371kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (238kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (181kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (302kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (323kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Anak bisa menjadi korban kekerasan. Di Indonesia ada beberapa peraturan yang memberikan perlindungan terhadap anak sebagai korban kekerasan, seperti terjadi dalam putusan perkara nomor 207 /pid.sus. / 2021 / PN Kpg. Namun, Jaksa mendakwanya dengan pasal yang tidak sesuai dengan peristiwa yang terjadi (luka berat berat). Hakim hanya memutuskan dengan 1 tahun penjara. Rumusan masalahnya adalah 1) Bagaimana apakah hukum pidana diterapkan terhadap tindak pidana kekerasan terhadap anak? 2) Apakah hukuman yang dijatuhkan dalam putusan pengadilan nomor 207 / Pid.Sus / 2021 / PN.Kpg sesuai dengan pasal yang terbukti? Metode penelitian dalam skripsi bersifat yuridis normatif. Pelaku kekerasan terhadap anak dapat dikenakan sanksi dalam bentuk sanksi berupa pidana penjara dan denda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak. Berdasarkan rumusan ketentuan pasal ini, untuk menentukan jenis sanksi yang akan dijatuhkan kepada pelaku kekerasan terhadap anak harus memperhatikan unsur tindak pidananya yang terkandung di dalamnya. Negara menegakkan hukum dengan menggunakan undang undang yang berlaku dan memastikan bahwa sanksi diberikan kepada siapa pun yang melanggarnya. pelaku kekerasan terhadap anak harus dihukum sesuai dengan pasal yang terbukti agar menimbulkan efek jera karena yang menjadi korban adalah anak. Hal ini terkait dengan trauma dan korban selalu mengingat dirinya pernah menjadi korban kekerasan. Hal ini dilakukan dengan melihat siapa pelakunya dan jenis kekerasan akibat perbuatannya terhadap korban yaitu anak (apakah kekerasan yang dilakukan hanya menimbulkan akibat luka ringan, berat atau bahkan menyebabkan kematian). Perlu dilakukannya penegakan hukum dari penegak hukum terutama jaksa dan hakim dengan lebih ketat dan teliti terkait perkara kekerasan atau penganiyaan terhadap anak.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: H Social Sciences > HX Socialism. Communism. Anarchism
L Education > L Education (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: - Abdurrahman -
Date Deposited: 22 Mar 2024 03:46
Last Modified: 22 Mar 2024 03:46
URI: http://repository.unas.ac.id/id/eprint/10301

Actions (login required)

View Item View Item